Proyek
Bukan contoh untuk pajangan, melainkan sistem inventaris yang benar-benar dipakai sebuah perusahaan setiap hari.
Setiap nomor seri, sejak masuk hingga terpakai, selalu bisa ditemukan keberadaannya.
Di bidang perawatan CCTV, suku cadang disimpan di gudang klien, barang rusak harus dilacak garansinya, dan setiap bulan tagihan dikirim ke klien sesuai tanggal selesai pekerjaan — dulu semuanya bergantung pada tumpukan file Excel, Dicocokkan satu per satu selama bertahun-tahun, salah satu sel saja berarti satu tagihan tak tertagih.
Setelah dipercayakan kepadaku, kami memikirkan ulang seluruh alurnya: pindai kode langsung masuk stok, stok titipan terhitung jelas, akhir bulan tinggal diikuti dalam satu alur, Tanpa duplikasi, tanpa yang hilang, tanpa tagihan terlewat.
Kini ia berjalan setiap hari, dan di setiap akhir bulan, aku menemani saat tutup buku.

Pindai nomor seri dengan kamera ponsel; barang masuk, pindah gudang, dan retur berjalan mulus dalam satu gerakan. Riwayat setiap nomor seri tercatat lengkap.

Suku cadang yang disimpan di gudang klien tetap milik sendiri: stok tersedia = stok sendiri + stok titipan, dan akan diingatkan lebih dulu saat hampir habis.

Impor daftar → buat bukti → uji coba rekap → surat tagihan → buat batch → tutup buku. Tujuh langkah berurutan, setiap langkah diperiksa dulu sebelum ditekan.

Bulan yang sudah tutup buku dikunci tiga lapis, tak bisa diubah maupun dihapus; barang bergaransi dan kerusakan barang baru otomatis ditandai bebas tagihan.

Masukkan nomor seri, langsung tahu masih bergaransi atau tidak, dari batch mana masuknya, sudah berapa kali diganti; barang rusak dilacak terus hingga penggantinya kembali.

“Model ini masih sisa berapa unit?” Tanyakan saja langsung. Model lokal akan mencari jawabannya di basis data, dan datanya tak pernah keluar rumah.



Semua tampilan adalah tangkapan layar sistem asli; nama klien, kontak, nomor seri, nominal, dan lokasi telah diganti dengan data contoh.